Madni Masjid, Tempat Salat Pilihan Traveler Muslim di Swiss

0
191

Swiss adalah negara Eropa yang dikenal karena kehidupan yang tenang dan berkualitas, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Walaupun biaya hidup dan harga barang-barang tergolong mahal, Swiss menjadi pilihan pariwisata kelas dunia karena pemandangan alam Pegunungan Alpen yang selalu diliputi salju dan barang-barang khas Swiss yang berkualitas, terutama jam tangan dari merek terkemuka.

Meski tidak menjadi lokasi wisata halal favorit, tidak sedikit wisatawan muslim yang berkunjung ke Swiss untuk menikmati suasana alamnya. Islam sendiri bukan agama yang asing di negara yang menjadi markas sejumlah badan dunia ini. Apalagi, Swiss juga memiliki tokoh muslim yang terkenal yaitu Tariq Ramadan.

Islam masuk ke Swiss lewat migrasi besar-besaran pada abad ke 20. Jika pada era 80-an, jumlah muslim Swiss kurang dari satu persen dari total penduduk Swiss, pada 2016 jumlah muslim Swiss tidak kurang dari 6 persen dari total 8,3 juta penduduk.

Sebagian besar warga muslim Swiss adalah warga Kosovo yang bermigrasi saat wilayah Yugoslavia mengalami konflik. Jumlah mereka tidak kurang dari separuh warga muslim Swiss. Warga lainnya berasal dari Turki dan sejumlah negara Asia Selatan.

Meski pemerintah Swiss melarang pembangunan menara masjid, mencari lokasi salat tidak terlalu sulit. Salah satu lokasi favorit wisatawan muslim untuk melaksanakan salat adalah Madni Masjid di Kota Zurich. Kota Zurich sendiri terkenal dengan danau dan kota tuanya yang apik. Di kota ini, makanan halal juga mudah ditemukan di kedai-kedai kebab dan crepe.

Madni Masjid terletak di Weinberstrasse, yang tidak jauh dari kota tua. Lokasi ini bisa ditempuh dengan trem. Madni Masjid sendiri terletak di sebuah bangunan bertingkat yang berjejer dengan bangunan lainnya.

Dibangun pada 1996, Madni Masjid awalnya menjadi semacam pusat kegiatan Islam (muslim society) bagi warga muslim Swiss. Awalnya, tempat ini hanya dikunjungi oleh warga yang berbahasa Urdu. Belakangan, karena makin banyak warga dan pelancong muslim yang datang, tempat ini menjadi lokasi berkumpulnya muslim dari berbagai negara.

Salah satu wisatawan muslim yang sempat merasakan salat di masjid ini adalah Nuansa Aruf, warga Depok yang berkunjung ke Zurich pada liburan musim dingin, Desember 2017. “Saya dan keluarga menunaikan salat Asar di Madni Masjid,” kata Nuansa.

Madni Masjid menjadi pilihan karena dekat dengan lokasi wisata lain dan sudah dikenal warga. “Kami disambut penjaga yang memperkenalkan diri dengan nama Mr. Zia,” kata Nuansa.

Suasana yang ramah dan akrab langsung terasa saat menjalankan salat di sana. Seusai salat, jika beristirahat, para wisatawan juga akan disuguhi makanan dan minuman oleh petugas masjid. “Berkesan sekali melihat keramahan petugasnya,” kata Nuansa.

Madni Masjid sendiri merupakan lembaga nonprofit yang dijalankan dengan donasi warga muslim Swiss. Mereka juga tidak berafiliasi dengan politik dan kepentingan apa pun. Dalam penegasannya, pengurus Madni Masjid juga menyebut mereka bersifat toleran dan terbuka, dan menolak segala bentuk radikalisme dan ekstremisme.

Tidak saja menjadi tempat salat, Madni Masjid juga menjadi lokasi favorit untuk berkumpul bagi warga muslim yang tinggal di Swiss. Pengajian yang berlangsung di Madni Masjid menggunakan bahasa pengantar Urdu dan bahasa Inggris. (AD)

Dikutip dari halallifestyle.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here